Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Usaha yang akan di buat di masa yang akan mendatang adalah sebuah usaha jasa Travel. Bisnis perjalanan (travel) terutama wisata menurut saya sangat menjanjikan karena, semakin tinggi kesibukan seseorang, tujuan wisata menjadi hal yang sangat di butuhkan untuk melakukan kegiatan refreshing. Bahkan travelling sudah menjadi tren gaya hidup para millenial.
Bisnis travel ini dapat di mulai dengan modal yang minim dan untuk memulai usaha ini hanya perlu ketekunan dan kemampuan yang cukup bagus serta lihai dalam melihat peluang yang ada.
Jasa travel yang kami tawarkan adalah jasa penjualan tiket pesawat terbang, tiket bus atau kereta api, sewa kendaraan/mobil berikut sopirnya, pengurusan visa dan paspor, pemesanan kamar hotel/homestay atau vila dan sejenisnya, perjalanan ke destinasi pariwisata dengan sistem online. Jadi usaha Travel ini bisa juga disebut Online Travel Agent.

Adapun startegi pemasaran yang dapat membuat usaha Travel bisa berkembang ialah:
Dimana dalam memperkenalkan profile usaha agar dapat meyakinkan calon konsumen untuk membeli jasa yang di tawarkan. Dengan menjelaskan tentang Usaha , mendeskripsikan gambar-gambar wisata dan penambahan animasi-animasi bergerak agar semakin menarik perhatian calon konsumen.
2. Membuat Paket untuk menarik minat.
Membuat paketan yang berbeda daripada yang lain dan membuat paket yang menjadi pilihan calon konsumen. Memberikan banyak alternatif pada konsumen akan lebih menarik bagi mereka. Karena mereka akan memiliki pilihan dan punya pertimbangan yang bida diambilnya.
Paket tersebut bisa berupa jumlah hari, di mana semakin lama atau banyak hari yang dipilih harganya menjadi lebih murah. Paket juga bisa berupa beberapa tujuan yang diambil sekaligus akan mendapat potongan harga. Bisa juga jumlah pemesanan untuk beberapa orang akan mendapatkan harga lebih murah.
3. Memperluas kerjasama bisnis.
Melakukan kerjasama dengan banyak pihak yang berhubungan dengan bisnis travel Anda, seperti jasa transportasi, pemerintah daerah, pengelola tempat wisata dan rumah makan. Masih banyak rekanan yang harus Anda ajak berkolaborasi dengan sistem komisi atau bahkan kerjasama yang saling menguntungkan untuk Anda.
Peluang kerjasama ini akan sangat membantu Anda dalam hal menjalankan bisnis ini. Untuk bisnis wisata, Anda juga bisa menjalin kerjasama dengan travel yang berada diluar kota, karena peluang mereka untuk mencari mitra apabila ada tujuan paket wisata di daerah Anda, mereka dapat bekerjasama dengan Anda.
4. Memberikan pelayanan terbaik terhadap konsumen.
Memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen.Dokumentasikan setiap aktivitas dan mintalah kesan dari konsumen atas perjalanan yang Anda sediakan. Ini juga akan efektif sebagai alat pemasaran Anda. Segeralah menyelesaikan sebuah persoalan yang dialami konsumen atas jasa Anda. Karena pelayanan menjadi penentu kepuasan konsumen.
5. Terhubung dengan Konsumen
Meminta konsumen Anda terhubung dengan media sosial Anda. Hal ini sangat berpengaruh kepada eksistensi usaha. Kemudian upload dan berikan ucapan terima kasih atas perjalanan wisata mereka karena telah memlih travel usaha. Dengan membagikan pesan yang kirim maka peluang untuk mendapatkan konsumen selanjutnya akan semakin besar.

Sebelum mengetahui Dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap pariwisata, definisi Industri 4.0 harus diketahui. Apa itu industri 4.0? Reolusi Industri 4.0 adalah perkembangan yang memasuki abad informatif dan milenial, peranan informasi sangat penting untuk menghadapi word competitiveness yang sangat kompleks. Dunia digital dan fisik telah menjadi tidak dapat ditarik kembali, dengan mesin, sistem dan orang-orang dapat bertukar informasi dan secara otomatis menyesuaikan.

Ketika teknologi informasi (TI) dan teknologi operasional (OT) bertemu, perusahaan mulai menemukan cara baru untuk terhubung. Data yang dikumpulkan dari pemasok, pelanggan, dan perusahaan dapat disejajarkan dengan informasi produksi yang terperinci, yang berarti proses dapat disesuaikan secara real-time.


Ketika teknologi informasi (TI) dan teknologi operasional (OT) bertemu, perusahaan mulai menemukan cara baru untuk terhubung. Data yang dikumpulkan dari pemasok, pelanggan, dan perusahaan dapat disejajarkan dengan informasi produksi yang terperinci, yang berarti proses dapat disesuaikan secara real-time.
Menteri Pariwisata Arief Yahya pernah mengatakan bahwa saat ini fokus pariwisata Indonesia, lebih mengarah ke generasi milenial. Apalagi memasuki era Tourism 4.0, di mana digital dan milenial memainkan peranan penting.
Tak heran bila belakangan ini, banyak pelaku wisata yang mulai mengembangkan atraksi wisata dengan konsep terbaru untuk milenial. Sebut saja Kunal Topandasani, pendiri Trizara Group yang kini mulai merambah bisnis pariwisata di ibu kota Jakarta.
Liburan milenial
Ya, setelah meluncurkan penginapan berkonsep glamourous camping (glamping) di kawasan Lembang, Bandung, Jawa Barat, belum lama ini Kunal meluncurkan paket wisata berlayar dengan kapal pinisi di area perairan Kepulauan Seribu.
Kepada Okezone, Kunal mendapatkan ide tersebut setelah menerima masukan dari sejumlah wisatasan mancanegara (wisman) dan para wisatawan milenial.
“Tamu-tamu saya yang wisman selalu mengeluh, tidak banyak yang bisa mereka lakukan di Jakarta. Setelah sampai, biasanya mereka langsung nyeberang atau terbang ke pulau lain, seperti Bali dan Labuan Bajo,” tutur Kunal saat ditemui di kawasan Pluit, Jakarta Utara.
Liburan milenial
Selain itu, ia juga menerima banyak input dari konsumen milenial. Mereka menginginkan objek wisata baru, unik, dan memiliki tantangan berbeda. Hal ini tidak terlepas dari perilaku mereka yang hobi bertualang dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya di internet.
Alhasil, Kunal mengakui bahwa saat ini ekspektasi wisatawan milenial sulit untuk diprediksi. Mata mereka sudah terpaku pada Instagram, sehingga merasa sudah bisa melihat ‘dunia’.
Liburan milenial
“Melihat kebiasaan mereka, saya mulai sedikit tahu bahwa mereka suka atraksi atau objek wisata yang instagenic. Itu paling utama, dan selebihnya memang susah ditebak. Tapi menurut saya mereka itu butuh tantangan yang baru,” jelasnya.
Bekerjasama dengan MNC Travel, Kunal pun sepakat membuat paket wisata baru yang diklaim dapat menarik perhatian wisatawan milenial. Terutama bagi mereka yang ‘kebelet’ menjadi influencers atau aktif bermain media sosial
Paket yang ditawarkan sebetulnya sangat sederhana, yakni menikma sunset dari atas kapal pinisi. Namun bagi milenial, hal tersebut tentu memiliki daya tarik tersendiri mengingat selama ini kapal pinisi kebanyakan berada di kawasan Timur Indonesia.
Cukup merogoh kocek senilai Ro749 ribu, wisatawan sudah dapat merasakan sensasi berlayar menggunakan kapal pinisi, sembari menikmati indahnya pemandangan langit senja Jakarta.
Liburan milenial
“Sekarang harga tiket pesawat kan mahal. Belum lagi harus pesan penginapan. Kalau mau coba berlayar, tidak usah jauh-jauh ke Labuan Bajo. Di Jakarta juga ada,” tegas Kunal.
“Goal saya adalah untuk merubah wajah Jakarta bukan Monas saja yang terlihat cantik, tapi teluk kita juga enggak kalah cantik kalau kita perhatikan dan rawat,” pungkasnya
Transformasi menuju tourism 4.0 terus diperkuat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Rakornas Pariwisata II tahun 2019. Rakornas ini memperkuat sumber daya manusia Kemenpar menuju era digital 4.0 sebagai persaingan dengan dunia pariwisata global.
“Kunci dalam grand strategi pariwisata era industri 4.0 adalah SDM, dan ini sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Jokowi tahun ini yakni fokus pada SDM,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam keterangan tertulis
Menurut Arief, langkah ini harus dilakukan karena pangsa pasar paling potensial dari pariwisata adalah generasi milenial. Ketidaksiapan dari SDM pariwisata justru membuat pangsa pasar potensial ini akan menjadi tidak terlihat.
“Kalau mau merebut pasar rebutlah generasi milenial. Kalau mau merebut generasi milenial jawabannya adalah digital. Mau tidak mau, suka atau tidak suka semua harus berubah ke arah digital,” ucapnya.
Menurut Arief, langkah ini harus dilakukan karena pangsa pasar paling potensial dari pariwisata adalah generasi milenial. Ketidaksiapan dari SDM pariwisata justru membuat pangsa pasar potensial ini akan menjadi tidak terlihat.
“Kalau mau merebut pasar rebutlah generasi milenial. Kalau mau merebut generasi milenial jawabannya adalah digital. Mau tidak mau, suka atau tidak suka semua harus berubah ke arah digital,” ucapnya.
“Kita tahu millennial travelers adalah segmen yang tech-savvy sehingga pas jika diberi sentuhan teknologi 4.0. Kalau kita tidak menggunakan cara-cara digital sudah barang tentu kita tertinggal oleh para pesaing kita. Malaysia saja berambisi akan menarik wisman hingga empat kali lipat dari sekitar 25 miliar dolar AS saat ini menjadi 110 miliar dolar AS di tahun 2030 dengan digitalisasi sektor pariwisatanya,” pungkasnya.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.