DIGITAL TRAVELER ERA MILENIAL

Menteri Pariwisata Arief Yahya pernah mengatakan bahwa saat ini fokus pariwisata Indonesia, lebih mengarah ke generasi milenial. Apalagi memasuki era Tourism 4.0, di mana digital dan milenial memainkan peranan penting.

Tak heran bila belakangan ini, banyak pelaku wisata yang mulai mengembangkan atraksi wisata dengan konsep terbaru untuk milenial. Sebut saja Kunal Topandasani, pendiri Trizara Group yang kini mulai merambah bisnis pariwisata di ibu kota Jakarta.

 Liburan milenial

Ya, setelah meluncurkan penginapan berkonsep glamourous camping (glamping) di kawasan Lembang, Bandung, Jawa Barat, belum lama ini Kunal meluncurkan paket wisata berlayar dengan kapal pinisi di area perairan Kepulauan Seribu.

Kepada Okezone, Kunal mendapatkan ide tersebut setelah menerima masukan dari sejumlah wisatasan mancanegara (wisman) dan para wisatawan milenial.

“Tamu-tamu saya yang wisman selalu mengeluh, tidak banyak yang bisa mereka lakukan di Jakarta. Setelah sampai, biasanya mereka langsung nyeberang atau terbang ke pulau lain, seperti Bali dan Labuan Bajo,” tutur Kunal saat ditemui di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

 Liburan milenial

Selain itu, ia juga menerima banyak input dari konsumen milenial. Mereka menginginkan objek wisata baru, unik, dan memiliki tantangan berbeda. Hal ini tidak terlepas dari perilaku mereka yang hobi bertualang dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya di internet.

Alhasil, Kunal mengakui bahwa saat ini ekspektasi wisatawan milenial sulit untuk diprediksi. Mata mereka sudah terpaku pada Instagram, sehingga merasa sudah bisa melihat ‘dunia’.

 Liburan milenial

“Melihat kebiasaan mereka, saya mulai sedikit tahu bahwa mereka suka atraksi atau objek wisata yang instagenic. Itu paling utama, dan selebihnya memang susah ditebak. Tapi menurut saya mereka itu butuh tantangan yang baru,” jelasnya.

Bekerjasama dengan MNC Travel, Kunal pun sepakat membuat paket wisata baru yang diklaim dapat menarik perhatian wisatawan milenial. Terutama bagi mereka yang ‘kebelet’ menjadi influencers atau aktif bermain media sosial

Paket yang ditawarkan sebetulnya sangat sederhana, yakni menikma sunset dari atas kapal pinisi. Namun bagi milenial, hal tersebut tentu memiliki daya tarik tersendiri mengingat selama ini kapal pinisi kebanyakan berada di kawasan Timur Indonesia.

Cukup merogoh kocek senilai Ro749 ribu, wisatawan sudah dapat merasakan sensasi berlayar menggunakan kapal pinisi, sembari menikmati indahnya pemandangan langit senja Jakarta.

 Liburan milenial

“Sekarang harga tiket pesawat kan mahal. Belum lagi harus pesan penginapan. Kalau mau coba berlayar, tidak usah jauh-jauh ke Labuan Bajo. Di Jakarta juga ada,” tegas Kunal.

“Goal saya adalah untuk merubah wajah Jakarta bukan Monas saja yang terlihat cantik, tapi teluk kita juga enggak kalah cantik kalau kita perhatikan dan rawat,” pungkasnya

Transformasi menuju tourism 4.0 terus diperkuat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Rakornas Pariwisata II tahun 2019. Rakornas ini memperkuat sumber daya manusia Kemenpar menuju era digital 4.0 sebagai persaingan dengan dunia pariwisata global.

“Kunci dalam grand strategi pariwisata era industri 4.0 adalah SDM, dan ini sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Jokowi tahun ini yakni fokus pada SDM,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam keterangan tertulis

Menurut Arief, langkah ini harus dilakukan karena pangsa pasar paling potensial dari pariwisata adalah generasi milenial. Ketidaksiapan dari SDM pariwisata justru membuat pangsa pasar potensial ini akan menjadi tidak terlihat.

“Kalau mau merebut pasar rebutlah generasi milenial. Kalau mau merebut generasi milenial jawabannya adalah digital. Mau tidak mau, suka atau tidak suka semua harus berubah ke arah digital,” ucapnya.

Menurut Arief, langkah ini harus dilakukan karena pangsa pasar paling potensial dari pariwisata adalah generasi milenial. Ketidaksiapan dari SDM pariwisata justru membuat pangsa pasar potensial ini akan menjadi tidak terlihat.

“Kalau mau merebut pasar rebutlah generasi milenial. Kalau mau merebut generasi milenial jawabannya adalah digital. Mau tidak mau, suka atau tidak suka semua harus berubah ke arah digital,” ucapnya.

“Kita tahu millennial travelers adalah segmen yang tech-savvy sehingga pas jika diberi sentuhan teknologi 4.0. Kalau kita tidak menggunakan cara-cara digital sudah barang tentu kita tertinggal oleh para pesaing kita. Malaysia saja berambisi akan menarik wisman hingga empat kali lipat dari sekitar 25 miliar dolar AS saat ini menjadi 110 miliar dolar AS di tahun 2030 dengan digitalisasi sektor pariwisatanya,” pungkasnya.        

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai